Minggu, 18 Mei 2014

KADES PELEM, AKUI JUAL TANAH KAS DESA



Nganjuk, Memo
Terkait raibnya tanah milik desa, Drs Bambang Subagiyo, Kepala Desa Pelem, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk mengakui bahwa pihaknya telah menjual, untuk pembangunan pabrik sepatu di dusun Klinter. Sampai sekarang, warga tetap mempertanyakan hasil penjualan tanah milik desa tersebut.
“ Tanah yang terletak di dusun Klinter itu memang sudah kita jual. Untuk sebagian, rencananya akan ada penggantinya, “ aku Bambang Subagiyo, saat diwawancarai Memo pada hari Selasa ( 08/04 ) sehari menjelang Pemilu di kantornya. Sebagian dari hasil penjualan itu kita pergunakan untuk pembangunan gapura di dusun Klinter dan kantor PKK.
Namun sebagian dari asset tersebut akan diganti lahan ditempat lain yang sama nilainya. “ Tapi bukan sebagai tukar guling, “ terang Bambang sedikit mereda emosinya saat ditanyakan perihal asset desa yang dijual oleh Imam Hidayat, Sekretaris Desa Pelem. Sebelumnya, ketika dikonfirmasi, Bambang dengan nada kaku dan keras menurut etika normal, menunjukan sikap egoisnya seorang pejabat dan penguasa di desa tersebut. Bahkan Bambang sempat minta identitas wartawan.
Perlu diketahui, lanjut Bambang, tanah irigasi itu ada sebelum kami menjabat. “ Jadi kita tinggal meneruskan mengelola. Karena sudah kita jual, nantinya aka nada penggantinya, “ tambah Bambang. Kapan pengganti itu direalisasikan, Bambang tidak menjawab.
Sedang Imam Hidayat, oknum Sekretaris Desa Pelem, sorenya sempat berkomunikasi dengan Memo untuk verifikasi kebenaran atas berita tersebut. “ Dilanjut saja mas, sudah terlanjur ditulis mau diapakan lagi. Tapi kalau teman-teman minta makan, ya ayo, saya beri makan, “ ujarnya via phonselnya. Setelah itu, Imam sulit dihubungi.
Beberapa warga, terutama dusun Klinter dengan pengakuan Bambang itu, kian membara kebenciannya. “ Kalau hasil penjualan tanah itu untuk pembangunan gapura, saya akan bongkar. Apakah ada intan berliannya, kok sampai menghabiskan dana sebesar hasil penjualan tanah. Setelah itu, kami akan bangun kembali, “ ujar beberapa warga yang dibenarkan Muhajir, mantan BPD desa setempat.
Menurut penyampaian warga secara tertulis ke Polres Nganjuk, dua lokasi tanah jalan kereta angkutan tebu ( lori ), luas 629 M2 dan tanah bekas irigasi yang telah beralih fungsi menjadi jalan persawahan dengan luas 829 M2 yang terletak di dusun Klinter, selain telah beralih nama, juga telah dijual Imam Hidayat ke pengusaha pabrik sepatu.
Nilai ke dua lokasi tanah milik desa yang dijual Imam Hidayat itu nilainya Rp 114 juta dan Rp 142 juta. “ Jadi total, kerugian desa yang ditelan Imam Hidayat dan Bambang sekitar Rp 256 juta, sebanding dengan nilai jual tanah tersebut, “ tutur salah seorang warga.
Sampai sekarang, warga menunggu hasil penyelidikan dari Polres Nganjuk. Karena semua hal itu sudah disampaikan via pos. “ Kami akan minta petunjuk ke komisi A DPRD Nganjuk dan ke Bappemas Pemdes serta DP2KAD. Sebab semua itu terkait dengan asset desa yang telah tanpa sepengetahuan dan rembug desa. Kami akan tetap pertanyakan semua ini sampai kapanpun, “ tutur Achmad, tokoh desa tersebut

2 komentar: