Nganjuk. Memo
Pemutusan hubungan PLN di “
Kandang Singo “ Stadion Anjuk Ladang Ploso sejak Senin ( 07/04 ) lalu hingga
sekarang, menunjukan kinerja Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Pemkab Nganjuk
amburadul. Sengaja dibiarkan atau anggaran untuk PLN dihabiskan oknum-oknum
dinas ?
Parahnya, kejadian tersebut,
dianggap sepele oleh Dinas PU Cipta Karya. “ Dikhawatirkan, Liga Indonesia
Divisi Utama 2014 Putaran 1 group 5 tanggal 19 April 2014 mendatang tersendat
pelaksanaannya, “ ujar Suyanto, Ketua Harian Pengurus Cabang PSSI Nganjuk, pada
Senin ( 07/04 ) sore di Kandang Singo stadion Ploso.
Menurut pantauan Memo dilapangan,
beberapa petugas dan penjual makanan dan minuman disekitar lapangan Kandang
Singo itu, sejak hari Senin, listrik padam. “ Otomatis, lampu disekitar sini,
kalau malam padam. Terutama di tempat pintu masuk dan taman, “ ujar Dian, PK5
kaset dan CD yang mangkal disitu.
Dalam loby loket, avometer tidak
bernyala. Bahkan keadaan disekitar stadion yang dalam, terutama tempat ganti
dan toilet kotor dan kumuh tak terawat. Bau kencing kuda menyengat hidung saat
kita memasuki ruang ganti dan toilet.
Sementara itu, Gozali Afandi,
Kabag Humas Pemkab Nganjuk menyampaikan. Pemutusan PLN itu dalam rangka
pembangunan renovasi stadion tersebut. “ Tadi siang telah di cek oleh Dinas PU
Cipta Karya. Karena kelistrikan itu belum sesuai dengan kebutuhan stadion, maka
pihak PLN sedang melakukan pembenahan, “ ujarnya pada Selasa ( 08/04 ) sore.
Kapan dinyalakan, Gozali juga
tidak tahu. Namun, begitu pembenahan dari PLN selesai, dalam waktu dekat akan
nyala kembali. Setelah di cek, hari ini, PLN mulai melakukan pembenahan, “
ungkapnya. Lo, bukankah semua itu sudah menjadi tanggungjawab Dinas PU Cipta
Karya, Gozali tetap ngotot yang membenahi PLN. Sementara itu, sampai detik ini,
Fajar, Kepala Dinas PU Cipta Karya Nganjuk belum bisa dikonfirmasi.
Tersiar kabar bahwa soal stadion
kebanggaan masyarakat Nganjuk ini, Dinas PU Cipta Karya cuek, acuh tak acuh. “
Karena semua anggaran besar untuk maintenance dan penambahan dalam skala besar,
dinas tersebut ditelikung. Makanya acuh tak acuh terhadap nasib stadion, “ ujar
beberapa pedagang yang mangkal di situ

Tidak ada komentar:
Posting Komentar