Sabtu, 17 Mei 2014

SISWA SDN NILAINYA TINGGI, TAPI IQ - NYA “ BEGOG “ SEMUA

                                                          Nganjuk, Memo
Jelang tahun ajaran baru bulan Juni mendatang, diperkirakan banyak kepala sekolah SMP yang pusing kepalanya. Pasalnya, banyak kelulusan SD yang jeblog IQ nya ( Intelegent Quitient ). Padahal, nilai di raport tinggi-tinggi. Siapa yang bermain. Siswa atau gurunya yang turun campur-tangan.
Fenomena tersebut, terjadi pada tahun 2013 lalu. Saat penerimaan siswa baru. Beberapa siswa dengan ranking nilai tinggi, danem mencapai 27. Dan masuk di beberapa SMP favorit di Nganjuk. Tapi setelah masuk dan di test, mereka yang punya danem tinggi, kemampuannya dibawah rata-rata alias begog-begog. Dan kejadian tersebut, kemungkinan bakal terjadi pada tahun ini. Sebab, kejadian dan pelakunya tetap.
Sehingga beberapa kepala SMP sempat mengeluh dengan kejadian tersebut. Tapi tidak berdaya. Karena berdasar ranking danem mereka bisa masuk di sekolahnya. Beberapa kepala SMP itu diantaranya SMPN I Nganjuk, SMPN Tanjunganom dan SMPN 1 Rejoso.

Lucunya, beberapa SD swasta di Nganjuk, seperti Baitul Izah, Aisyah dan Muhammadiyah yang mempunyai kelulusan siswa dengan danem dibawah mereka tidak bisa diterima di SMP favorite. Alasannya, saat perankingan danem masih terkalahkan dengan kelulusan siswa di beberapa SDN se kecamatan Rejoso, Nganjuk dan Tanjunganom.
“ Padahal kalau di test secara murni, kelulusan dari SD swasta ini tidak kalah dengan kelulusan SDN yang lulus karena panduan gurunya itu, “ ujar Mujiono, anggota LSM Forum Peduli Guru ( FPG ), pada Jumat ( 11/04 ) siang. Bahkan, kami berani bertaruh saat di test, lulusan SD swasta nilainya diatas lulusan SDN.
“ Apalagi yang terjadi di SDN se kecamatan Rejoso, banyak sekolahan yang merekayasa siswanya dengan cara memberi lembar jawaban soal test ujian. Karena hasil rekayasa, sehingga hasilnya dengan nilai baik. Tapi IQ jeblog, “ papar LSM yang peduli dengan nasib pendidikan di Nganjuk ini.
Menurut Mujiono, kejadian seperti itu sudah terjadi sejak bertahun-tahun lalu dan kepala UPTD Kecamatan Rejoso membiarkan kejadian terus berlangsung. “ Jika ujian bulan depan ini kejadian seperti itu tetap dibiarkan, kami akan laporkan ke polisi dalam tindak pidana, “ ungkapnya. Jatuhnya moral bangsa itu bukan karena kejahatan dari tindak pidana pencurian atau pembunuhan saja. Membantu dengan cara seperti itu sama halnya dengan meracuni siswa sendiri. Maksut seperti itu termasuk kejahatan Negara.
Mujiono tidak berkoar saja. Akan tetapi dia sudah meneliti di beberapa sekolahan. Ia menanyakan kepada beberapa siswa perihal turun tangan pihak guru yang membantu memberi lembar jawaban itu. “ Seperti yang terjadi di SMPN I Rejoso, saat kami wawancara dengan siswa kelas 7. Mereka ada yang mengaku bahwa saat ujian dibantu gurunya, diberi lembar jawaban“  pungkasnya.
Kemudian saat ditanya SDN mana saja yang melakukan hal tersebut, Mujiono dengan tegas menyampaikan. Hasil verifikasi sebagai simple di beberapa siswa yang sudah masuk di SMPN I Rejoso, hampir semua SDN di Kecamatan Rejoso melakukan hal yang sama. Belum SDN di kecamatan yang lain. “ Nama-nama SDN dan guru serta kepala sekolah sudah ditangan saya semua. Mereka ini akan saya laporkan ke polisi jika pada tahun ini tetap melakukan seperti itu, “ ancamnya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar