Selasa, 27 Desember 2011

KORBAN KEKEJAMAN ORANG TUA


Mojokerto,Radar Pos New's


Dizaman moderen seperti ini masih juga ada orang yang tega terhadap anaknya, apa sudah tidak adakah jalan yang lain atau sudah tidak adakah rasa saying pada masadepan seorang anak hingga harus dikorbankan. Kamis 10 april 2011 sebut saja melati (nama samaran)ketika ditemui oleh wartawan RI  menceritakan dengan jelas dan tegas meskipun nampak pada raut wajahnya sangat butuh pertolongan untuk merubah kehidupannya serta lepas dari intimidasi orang tuanya.Seorang gadis belia di usianya yang baru 15 th, ia dipaksa untuk bekerja mencari penghasilan guna membantu orang tua, sebenarnya shi yang namanya membantu orang tua itu wajar-wajar saja bagi seorang anak membantu beban kebutuhan orang tua namun yang ini sangatlah lain dari pada yang lain,
sebab unsur membantu orang tua bagi melati sangatlah bias dibilang suatu tekanan/paksaan betapa tidak melati betul-betul diwajibkan untuk membantu mencari kebutuhan hidup keluarganya dengan cara yang kurang wajar sehari-hari dia dipaksa harus dapat uang sedikitnya Rp, 25 ribu kalau sampai dia tidak dapat uang yang pasti mendapat hokum yang tidak semestinya dia terima, orang tuanya tidak segan-segan menghajar melati jika dalam satu hari gadis muda itu tidak dapat uang, setiap harinya melati bekerja sebagai pengamen kadang juga menjadi pemulung bagi melati yang penting dia mendapatkan uang untuk membantu orang tuanya, dengan pendidikan yang sangat-sangat terbatas melati hanya bisa bekerja apa adanya, untuk bekerja yang mungkin bisa dibilang layak rasanya sangat tidak mungkin bagi melati sebab orang tuanya hanya menyekolahkan melati hanya sampai SD (Sekolah Dasar)saja. Dengan ijaza SD pekerjaan apa yang bisa melati dapatkan yang pasti tidaklah mungkin dia bisa mendapat pekerjaan yang layak. Tidakkah ada oaring yang mungkin merasa kasihan/ibah dengan penderitaan melati hingga mendapatkan kehidupannya yang layak sebagai gadis yang masi sangatlah belia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar